Keindahan Desa Penglipuran

Keindahan Desa Penglipuran

Bali yang sudah kita kenal dikenal dengan keindahan pantainya. Bahkan keindahan Pulau Dewata Bali sampai terkenal ke mancanegara. Bukan hanya keindahan pantainya yang bisa dinikmati, ragam tradisi dan budaya juga dapat dinikmati disini. salah satunya adalah keindahan Desa Penglipuran.

Damai dan bersih, itulah kesan pertama ketika menginjaki kaki di Penglipuran. Bahkan, saking bersihnya pengunjung tidak diperkenankan memarkir kendaraan di dalam area desa. Kendaraan bermotor diarahkan melalui jalur yang berbeda. hal ini membuat udara di desa pengliburan menjadi bebas dari polusi.

Desa Penglipuran bahkan pernah mendapat penghargaan Kalpataru dan menyabet predikat sebagai desa terbersih di dunia. Bersama desa di Belanda dan India pada 2016 silam.

Waktu terbaik untuk berkunjung

Desa Penglipuran yang memiliki udara segar yang berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut ini dapat dikunjungi setiap harinya. Namun waktu terbaik untuk berkunjung adalah ketika menjelang Hari Raya Galungan atau setelah Hari Raya Galungan.

Di hari raya Galungan anda dapat melihat barisan penjor (pohon bambu panjang yang ujungnya dihias dan ditancapkan di depan rumah). yang menghiasi setiap rumah desa Penglipuran ini. Anda pun dapat menyaksikan gadis-gadis Bali berpakaian adat Bali dan membawa banten (persembahan) untuk menuju ke pura.

Harga tiket masuk ke tempat ini sekitar Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan Rp 30 ribu untuk dewasan dan Rp 25 ribu untuk anak-anak.

Disini tempat ini, kita bisa menemukan beberapa spot menarik untuk selfie. yakni gerbang pintu masuk rumah warga, bambu forest yang terletak di belakang desa, dan tentunya jalan utama menuju pura desa yang sekaligus menjadi pemisahkan antara rumah warga. Jika anda hendak merasakan indahnya malam di desa ini. Penglipuran juga telah dilengkapi dengan Home Stay dengan total kamar kurang lebih sekitar 30 kamar.

Lokasi desa adat penglipuran

Karena tidak ada sarana transfortasi umum untuk menuju lokasi desa Penglipuran Bangli. Maka cara terbaik untuk wisata ke desa Penglipuran Bangli adalah menggunakan kendaraan pribadi atau jasa persewaan.

Desa penglipuran terletak di jalur wisata Kintamani, sekitar 5 kilometer dari Kota Bangli, dan 45 kilometer dari Kota Denpasar, dekat dengan Kintamani atau Gunung Batur.

Keseluruhan luas desa wisata ini adalah 112 hektar yang sebagian besarnya merupakan hutan bambu, seluas 45 hektar. Hutan bambu tersebut dibiarkan tumbuh dan mengelilingi desa, menjadikannya sebagai kawasan resapan. Bambu yang dibiarkan tumbuh juga dinilai sebagai manifestasi masyarakat Penglipuran untuk terus menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Keunikan Desa Penglipuran

Memang Penglipura masih sangat menjaga kehidupan tradisionalnya. Hal ini terlihat dari rumah-rumah warganya yang masih bergaya tradisional yang berderet rapi di jalanan yang menanjak. Jalanan itu sendiri terbuat dari batuan alam dan ditumbuhi bunga-bunga warna-warni.

Arsitektur rumah yang ada di desa Penglipuran hampir mirip satu sama lain, dengan ukuran yang sama persis, setiap rumah memiliki sebuah pintu gerbang yang disebut dengan ‘angkul-angkul’.

Walaupun perubahan dari dinding bambu ke batu bata, konsep menyatu ke alam masih sangat kuat di budaya desa Adat Penglipuran. Kurang lebih ada 985 jiwa dalam 234 kepala keluarga yang tersebar di desa wisata ini.

Selain bentuk bangunan traditional yang hampir sama, ada beberapa hal lain yang menarik dari desa Penglipuran Bangli seperti, kesejukan udara, kebersihan dan tata ruang yang tertata rapi.

Tempat wisata ini juga telah memiliki sistem pengolahan sampah sehingga plastik dan anorganik semua bisa diolah sedemikian rupa. Tidak sampai disana, jika kalian hendak merasakan indahnya malam di desa ini, Penglipuran juga telah dilengkapi dengan Home Stay dengan total kamar kurang lebih sekitar 30 kamar.

Jika anda bosan dengan hiruk pikuk kota dan ingin lepas dari riuhnya modernitas, tidak ada salahnya untuk datang ke Penglipuran. Pasalnya, di desa inilah kita bisa menemukan kedamaian hati dan pikiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Need help?